Tegangan trafo setelah disearahkan
Menghitung Tegangan Output Trafo Setelah Disearahkan
4 Oktober 2023
Next post kali ini adalah bagaimana cara menghitung atau mengetahui tegangan output trafo setelah disearahkan. Karena tegangan output trafo yang masih AC jika disearahkan menjadi DC maka tegangan akan naik. Mengapa demikian? Simak terus ya penjelasan singkat berikut.
Mungkin diantara kita berpikir buat apa sih pakai dihitung segala? Test aja pakai avometer pasti ketahuan tegangannya. ?Betul itu cara prakteknya. Kita kembali ke rumus. Kita ingin belajar saja sedikit bagaimana cara menghitungnya.
Cara ini juga bermanfaat untuk mengetahui tegangan aman kapasitor (elco) pada rangkaian power amplifier sehingga kapasitor bisa bekerja pada tegangan aman agar lebih awet gak gampang jebol atau kering. Ini adalah hasil testing pengukuran tegangan pada trafo 12 Volt.
Mungkin diantara kita berpikir buat apa sih pakai dihitung segala? Test aja pakai avometer pasti ketahuan tegangannya. ?Betul itu cara prakteknya. Kita kembali ke rumus. Kita ingin belajar saja sedikit bagaimana cara menghitungnya.
Cara ini juga bermanfaat untuk mengetahui tegangan aman kapasitor (elco) pada rangkaian power amplifier sehingga kapasitor bisa bekerja pada tegangan aman agar lebih awet gak gampang jebol atau kering. Ini adalah hasil testing pengukuran tegangan pada trafo 12 Volt.
Tegangan trafo sebelum disearahkan
Tegangan trafo setelah disearahkan
Ternyata tegangan naik setelah disearahkan. Bagaimana bisa? Berikut penjelasan singkatnya. Ketika kita mengukur tegangan AC (Alternating Current). Kita biasanya menggunakan avometer skala AC untuk mengetahuinya tegangannya. Perlu diketahui jika kita mengukur tegangan AC (gelombang sinus), sebetulnya yang kita ukur dengan avometer tersebut adalah tegangan RMS (Root Mean Square), bukan tegangan Volt Peak to Peak (VPP).
Sedangkan setelah disearahkan menggunakan diode penyearah dan di kasih filter kapasitor (elco) tegangan menjadi DC (Direct Current). Maka kita mengukur pakai avometer pada skala DC. Nah yang kita ukur pada saat ini adalah yang Volt Peak to Peak (VPP).
VPP=RMS+(RMS/3,14)
3,14 adalah lambda.
Contoh :
Misalkan kita mengukur tegangan 12 Volt AC, maka output di diode adalah 12+(12/3,14)=12+(12 dibagi 3,14)=12+3,8=15,8 Volt DC .
Sedangkan kalau 24 Volt AC, maka kalau dikonversi ke DC adalah 24+(24/3.14)=24+7,6=31,6 VDC.
Untuk tegangan 32 Volt AC, jika di DC kan adalah 32+(32/3,14)=32+10,19=42,19 Volt DC
Maka wajar jika kita kasih tegangan 32 Volt pada trafo, untuk power amplifier jengkolan gampang jebol. Lah tegangan DC nya keluar 42 Volt.
Sedangkan pada tegangan TV AC 220 Volt, setelah dirubah DC maka pada elco 220uf/400v kalau kita hitung adalah 220+(220/3,14)=220+70,1=290.1 Volt DC .


Komentar
Posting Komentar