Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2023

Dewa Ruci

Gambar
  PRABU DURYUDANA MEMINTA RESI DRUNA MEMBUNUH ARYA WREKODARA Prabu Duryudana di Kerajaan Hastina dihadap Resi Druna dari Sokalima, Adipati Karna dari Awangga, Patih Sangkuni dari Plasajenar, serta adik-adiknya, yaitu para Kurawa yang dipimpin Arya Dursasana dan Raden Kartawarma. Dalam pertemuan itu, Prabu Duryudana membahas tentang kutukan Resi Mitreya terhadap Arya Dursasana beberapa hari yang lalu, saat Dewi Dursilawati menikah dengan Adipati Jayadrata. Dalam kemarahannya, Resi Mitreya mengutuk Arya Dursasana yang tidak dapat mengenali kebenaran, maka kelak ia akan mati dalam keadaan sulit dikenali. Kutukan tersebut sangat mengganggu pikiran Prabu Duryudana, bahkan sampai terbawa mimpi. Dalam mimpinya itu, Prabu Duryudana melihat sebuah perang besar bernama Perang Bratayuda. Perang saudara ini sesuai dengan ramalan Bagawan Abyasa dahulu kala, yaitu perang antara keturunan Adipati Dretarastra melawan keturunan Prabu Pandu Dewanata. Dalam perang tersebut, Prabu Duryudana melihat Ar...

Baladewa Rabi

Gambar
 ------------------------------                      Baladewa Krama PRABU SALYA MENGAJUKAN SYARAT UNTUK PERNIKAHAN DEWI ERAWATI Prabu Salya di Kerajaan Mandraka memimpin pertemuan yang dihadiri putra bungsunya, yaitu Raden Rukmarata, beserta para menteri dan punggawa yang dikepalai Patih Tuhayata. Dalam pertemuan itu Prabu Salya membicarakan tentang kekecewaannya, yaitu bukan para Kurawa yang berhasil menemukan hilangnya Dewi Erawati, melainkan Wasi Jaladara dari Gunung Rewataka. Padahal, Prabu Salya berharap putri sulungnya bisa menjadi istri Raden Kurupati, yang merupakan calon pemimpin Kerajaan Hastina, bukannya menjadi istri seorang pendeta miskin semacam Wasi Jaladara. Raden Rukmarata sependapat dengan sang ayah. Ia juga merasa sayang jika kakak sulungnya sampai menikah dengan seorang pendeta miskin. Ia tidak tega membayangkan Dewi Erawati hidup kekurangan di puncak Gunung Rewataka bersama Wasi Jaladara. Patih Tuhayata iku...

Kelulusan siswa" Guru Dorna

Gambar
 PENDADARAN SOKA LIMA DANGHYANG DRUNA MELAPORKAN KELULUSAN PARA PANDAWA DAN KURAWA Adipati Dretarastra di Kerajaan Hastina memimpin pertemuan yang dihadiri oleh Resiwara Bisma, Dewi Gandari, Raden Yamawidura, Patih Sangkuni, dan Resi Krepa. Hadir pula Danghyang Druna yang melaporkan bahwa hari ini telah genap lima tahun para Pandawa dan Kurawa berguru ilmu perang kepadanya di Padepokan Sokalima. Semua ilmu telah diajarkan olehnya, meliputi seni menggunakan senjata, ilmu memimpin pasukan, ilmu mengatur siasat perang, serta bagaimana caranya merusak formasi barisan perang. Danghyang Druna bercerita bahwa di antara murid-muridnya, Raden Permadi (Arjuna) adalah yang paling pandai dan berbakat, terutama dalam bidang panahan. Tidak hanya siang hari, bahkan di malam hari sekalipun ia rajin berlatih panah dalam kegelapan. Pernah suatu hari Danghyang Druna pura-pura diserang buaya di sungai. Para pangeran berlomba-lomba hendak menolong, namun hanya Raden Permadi yang dengan sigap dan cekata...